AI and Plagiarism Policies

Kebijakan Penggunaan Kecerdasan Artifisial (AI)

Dhabit Jurnal Pendidikan Islam mengakui perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dan Generative Artificial Intelligence (GenAI) sebagai perangkat yang dapat mendukung proses penelitian dan publikasi ilmiah. Namun, penggunaannya harus dilakukan secara etis, transparan, dan bertanggung jawab serta tidak menggantikan tanggung jawab intelektual penulis.

Penggunaan AI oleh Penulis

Penulis diperbolehkan menggunakan perangkat berbasis AI secara terbatas untuk membantu penyuntingan bahasa, memperbaiki tata bahasa, meningkatkan keterbacaan, menerjemahkan teks, atau membantu pekerjaan teknis lainnya yang tidak menggantikan kontribusi intelektual penulis.

AI atau perangkat berbasis AI tidak dapat dicantumkan sebagai penulis atau rekan penulis, karena AI tidak dapat memenuhi tanggung jawab kepengarangan, memberikan persetujuan atas naskah, menyatakan konflik kepentingan, maupun mempertanggungjawabkan keakuratan dan integritas karya ilmiah.

Penulis tidak diperkenankan menggunakan AI untuk:

  1. menghasilkan atau memanipulasi data penelitian;

  2. membuat, mengubah, atau memalsukan hasil penelitian;

  3. menghasilkan referensi atau kutipan yang tidak dapat diverifikasi;

  4. menggantikan analisis dan interpretasi ilmiah yang seharusnya menjadi tanggung jawab penulis;

  5. menghasilkan sebagian besar atau keseluruhan naskah tanpa keterlibatan intelektual yang substantif dari penulis; dan

  6. menyembunyikan plagiarisme, fabrikasi, falsifikasi, atau bentuk pelanggaran integritas akademik lainnya.

Apabila AI generatif digunakan secara substantif dalam proses penelitian atau penyusunan naskah, penulis wajib mengungkapkan penggunaannya secara transparan, termasuk nama perangkat, tujuan penggunaan, dan bagian atau tahapan pekerjaan yang melibatkan AI.

Seluruh isi naskah tetap menjadi tanggung jawab penuh penulis, termasuk keakuratan informasi, data, analisis, kutipan, referensi, argumentasi, dan kesimpulan.

Penggunaan AI oleh Reviewer

Reviewer wajib menjaga kerahasiaan naskah. Reviewer tidak diperkenankan mengunggah naskah, data, atau bagian substansial dari naskah yang sedang ditelaah ke dalam platform AI generatif yang dapat menyimpan, menggunakan, atau memproses informasi tersebut di luar kepentingan proses peer review.

AI tidak boleh menggantikan penilaian akademik reviewer. Seluruh komentar, rekomendasi, dan keputusan penelaahan harus berada di bawah tanggung jawab reviewer.

Penggunaan AI oleh Editor

Editor tidak diperkenankan menggunakan AI sebagai pengganti pertimbangan editorial dalam menentukan penerimaan atau penolakan naskah. Keputusan editorial harus didasarkan pada kualitas ilmiah, relevansi, orisinalitas, integritas penelitian, dan hasil peer review.

Editor juga wajib menjaga kerahasiaan naskah dan tidak mengunggah naskah yang belum diterbitkan ke dalam sistem AI yang dapat membahayakan kerahasiaan, hak cipta, atau data penulis.

Pelanggaran Kebijakan

Apabila ditemukan penggunaan AI yang tidak diungkapkan dan penggunaannya menyebabkan pelanggaran integritas akademik, fabrikasi atau falsifikasi data, referensi fiktif, plagiarisme, atau bentuk pelanggaran etika publikasi lainnya, Dhabit berhak menolak naskah, menghentikan proses editorial, atau mengambil tindakan terhadap artikel yang telah diterbitkan sesuai dengan kebijakan etika publikasi jurnal.

 

Kebijakan Plagiarisme

Dhabit Jurnal Pendidikan Islam berkomitmen menjaga orisinalitas, integritas akademik, dan etika publikasi pada setiap artikel yang diterbitkan. Setiap naskah yang dikirimkan harus merupakan karya asli penulis dan bebas dari plagiarisme serta bentuk penyalahgunaan karya ilmiah lainnya.

Pemeriksaan Similaritas

Setiap naskah yang masuk akan melalui pemeriksaan similaritas menggunakan perangkat pendeteksi kemiripan yang digunakan oleh jurnal sebelum naskah diproses lebih lanjut.

Dhabit menetapkan tingkat similaritas maksimal 25% sebagai batas awal pemeriksaan naskah. Namun, persentase similaritas tidak digunakan sebagai satu-satunya dasar untuk menentukan adanya plagiarisme. Editor akan menilai sumber dan karakter kemiripan, termasuk kutipan langsung, daftar pustaka, istilah baku, dokumen regulasi, serta kemiripan substansial pada gagasan, struktur argumentasi, data, atau teks.

Dengan demikian, naskah dengan tingkat similaritas di bawah 20% tetap dapat dinyatakan bermasalah apabila ditemukan plagiarisme substansial, sedangkan kemiripan yang berasal dari unsur-unsur yang dapat dibenarkan secara akademik akan dipertimbangkan secara proporsional.

Bentuk Plagiarisme

Dhabit tidak menerima praktik:

  1. Plagiarisme langsung, yaitu mengambil teks, gagasan, data, gambar, tabel, atau karya pihak lain tanpa atribusi yang semestinya.

  2. Plagiarisme mosaik, yaitu menggabungkan atau mengubah sebagian kata dari berbagai sumber tanpa pengakuan sumber yang memadai.

  3. Parafrase yang tidak tepat, yaitu menyajikan kembali gagasan pihak lain dengan perubahan redaksional tetapi tanpa mencantumkan sumber.

  4. Plagiarisme ide atau data, yaitu menggunakan gagasan, konsep, temuan, atau data pihak lain tanpa pengakuan yang semestinya.

  5. Plagiarisme diri (self-plagiarism), yaitu menggunakan kembali secara substansial karya penulis yang telah diterbitkan sebelumnya tanpa transparansi, sitasi, atau alasan akademik yang dapat dipertanggungjawabkan.

  6. Publikasi duplikat, yaitu mengirimkan atau menerbitkan naskah yang sama atau secara substansial serupa pada lebih dari satu jurnal.

Tindakan terhadap Plagiarisme

Apabila kemiripan atau dugaan plagiarisme ditemukan sebelum proses peer review, editor dapat mengembalikan naskah kepada penulis untuk diperbaiki atau menolak naskah apabila pelanggaran dinilai substansial.

Apabila ditemukan selama proses peer review, proses editorial dapat dihentikan sementara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Penulis dapat diminta memberikan klarifikasi atau melakukan perbaikan apabila masalah masih dapat diperbaiki secara akademik.

Apabila plagiarisme substansial terbukti, naskah akan ditolak.

Apabila plagiarisme atau pelanggaran publikasi baru ditemukan setelah artikel diterbitkan, Dhabit dapat melakukan koreksi, pencabutan artikel (retraction), atau tindakan editorial lain yang diperlukan sesuai dengan tingkat pelanggaran dan prinsip etika publikasi ilmiah.

Penulis bertanggung jawab penuh atas orisinalitas naskah serta ketepatan penggunaan kutipan, parafrase, data, gambar, tabel, dan sumber lainnya.