https://jurnaldhabit.web.id/index.php/dhabit/issue/feedDHABIT : Jurnal Pendidikan Islam2025-12-21T04:36:12+00:00Syaekudindhabitjurnal@gmail.comOpen Journal Systems<p>Jurnal Pendidikan Islam “Dhabit” merupakan wahana untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil penelitian, kajian dan gagasan di bidang pendidikan Islam. Tujuannya adalah untuk memaparkan, mengeksplorasi, mengembangkan penelitian dan pengetahuan tentang berbagai topik serta persoalan pendidikan Islam secara otentik, cermat dan menginspirasi.</p> <p>Jurnal Pendidikan Islam “Dhabit” diterbitkan oleh Pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI Propinsi Jawa Tengah secara berkala 2 (dua) kali dalam setahun, yakni pada bulan Juni dan Desember. Dengan <a title="p-ISSN Dhabit" href="https://issn.brin.go.id/">ISSN 2809-3364</a> berdasarkan SK Nomor: 0005.2809168X/K.4/SK.<span class="il">ISSN</span>/<wbr />2021.12 dan <a title="e-ISSN Dhabit" href="https://issn.brin.go.id/">e-ISSN 2809-168X</a> berdasarkan SK Nomor: 0005.2809168X/K.4/SK.<span class="il">ISSN</span>/<wbr />2021.12. <a href="https://batiktoto1.com/">batiktoto</a> Jurnal ini dikelola oleh dewan penyunting dan mitra bestari handal, dari guru-guru berprestasi dan PTAI di Propinsi Jawa Tengah. Selain itu, jurnal ini menjadi wadah publikasi bagi akademisi (guru/ dosen), praktisi dan peneliti dari berbagai lembaga pendidikan negeri maupun swasta seluruh Indonesia.</p>https://jurnaldhabit.web.id/index.php/dhabit/article/view/145Halaman Depan2025-12-21T04:33:50+00:00admindhabitjurnal@gmail.com<p>.</p>2025-12-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 https://jurnaldhabit.web.id/index.php/dhabit/article/view/135METODE KALAM SEBAGAI PENDEKATAN STUDI ISLAM KONTEMPORER: TELAAH KRITIS TERHADAP RELEVANSI RETORIKA TEOLOGIS KLASIK2025-12-21T03:26:01+00:00Uswatun Khasanahuswah1430@gmail.com<p>Artikel ini menganalisis potensi dan tantangan penggunaan metode Ilmu Kalam sebagai pendekatan studi Islam kontemporer, dengan fokus pada evaluasi kritis terhadap retorika teologis klasik. Ilmu Kalam, yang secara historis berkembang sebagai disiplin rasional-apologetik, memiliki fungsi utama mempertahankan akidah dari tantangan internal dan eksternal melalui argumentasi logis. Namun, keterikatan doktrinal Kalam klasik pada asumsi fisika dan kosmologi abad pertengahan menjadikannya kurang memadai untuk menghadapi isu-isu modern, seperti pluralisme, bioetika, dan sains mutakhir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-analitis, membandingkan struktur logika Kalam klasik (terutama argumen <em>?</em><em>ud</em><em>?</em><em>th al-</em><em>‘</em><em>?</em><em>lam</em> dan teori atomisme) dengan tuntutan Teologi Analitik modern. Hasil telaah menunjukkan bahwa relevansi Kalam tidak lagi terletak pada isinya (doktrin spesifik yang terikat konteks), melainkan pada metodenya, yaitu penekanan pada kejelasan konseptual, validitas logis, dan struktur argumentasi formal. Dengan bertransformasi dari apologetika mazhab menjadi hermeneutika kritis yang berpusat pada isu kemanusiaan (aksiologi) dan epistemologi inklusif, metode Kalam dapat direvitalisasi. Rekontekstualisasi ini memungkinkan Kalam berfungsi sebagai alat studi Islam yang <em>kritis</em>, <em>dialogis</em>, dan mampu memformulasikan jawaban rasional terhadap tantangan teologis abad ke-21.</p>2025-12-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 https://jurnaldhabit.web.id/index.php/dhabit/article/view/136PERAN ILMU KALAM DAN TEOLOGI ANALITIK DALAM KONTEKS PENDIDIKAN ISLAM2025-12-21T03:59:50+00:00Marfiyahmarfi2129@gmail.com<p>Ilmu Kalam dan Teologi Analitik merupakan dua pendekatan penting dalam kajian akidah Islam yang memiliki relevansi signifikan dalam konteks pendidikan Islam kontemporer. Ilmu Kalam (Teologi Islam) berfokus pada pertahanan keyakinan agama melalui argumentasi rasional (<em>aqli</em>) dan tekstual (<em>naqli</em>), membentuk fondasi keimanan yang kokoh (Fitriono & Zakariah, 224). Sementara itu, Teologi Analitik menawarkan metode berpikir kritis dan logis, mendorong pemahaman teologis yang lebih sistematis, kritis, dan kontekstual terhadap tantangan modern (Al-Faruqi, 1982). Penelitian ini bertujuan menganalisis peran integratif kedua disiplin ilmu tersebut dalam kurikulum Pendidikan Islam. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (literatur) dengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Ilmu Kalam dan Teologi Analitik dapat membentuk peserta didik yang memiliki akidah kuat (<em>teosentris</em>) sekaligus kemampuan berpikir kritis dan toleran (<em>antroposentris</em>) dalam menghadapi isu-isu kontemporer dan radikalisme. Simpulan menunjukkan bahwa revitalisasi Ilmu Kalam dengan metode analitik mutlak diperlukan untuk membangun citra Islam yang moderat dan inklusif di era globalisasi.</p>2025-12-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 https://jurnaldhabit.web.id/index.php/dhabit/article/view/137KAJIAN FILOLOGIS TERHADAP NASKAH TA‘LIM AL-MUTA‘ALLIM: NILAI-NILAI AKHLAK DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH DASAR2025-12-21T04:06:33+00:00Siti Juariahsjuariah802@gmail.com<p>Penelitian ini mengkaji naskah <em>Ta‘lim al-Muta‘allim</em> karya Syekh Burhanuddin Al-Zarnuji melalui pendekatan filologis untuk mengungkap nilai-nilai akhlak yang terkandung di dalamnya serta relevansinya dengan pendidikan karakter di Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis untuk menganalisis isi teks dan mengidentifikasi ajaran moral yang relevan dengan konteks pendidikan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>Ta‘lim al-Muta‘allim</em> menekankan prinsip-prinsip akhlak utama seperti keikhlasan, penghormatan kepada guru, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut berperan penting dalam membentuk integritas moral peserta didik serta menumbuhkan penghargaan terhadap proses belajar dan pendidiknya. Kajian ini menegaskan bahwa ajaran Islam klasik tetap relevan untuk memperkuat dimensi moral dan spiritual pendidikan di era kontemporer. Integrasi nilai-nilai akhlak dari <em>Ta‘lim al-Muta‘allim</em> ke dalam pembelajaran di Sekolah Dasar dapat membentuk generasi yang cerdas, beretika, dan berakhlak mulia.</p>2025-12-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 https://jurnaldhabit.web.id/index.php/dhabit/article/view/138EFEKTIVITAS MOTIVASI DAN LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR PAI2025-12-21T04:09:57+00:00Purwantopurwanto@gmail.comM. Sholikhinsholikhinmuhammad151@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi belajar dan lingkungan sekolah terhadap peningkatan hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) pada siswa. Latar belakang penelitian didasari oleh realitas bahwa hasil belajar PAI di beberapa sekolah masih belum mencapai standar optimal, dan faktor-faktor seperti motivasi internal siswa serta lingkungan eksternal sekolah diduga menjadi penyebab utama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebar kepada 150 siswa dari tiga sekolah menengah pertama di Kabupaten Sragen. Kuesioner ini mengukur tingkat motivasi belajar, persepsi terhadap lingkungan sekolah, dan nilai hasil belajar PAI. Analisis data menggunakan regresi linier berganda untuk menguji signifikansi pengaruh kedua variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik motivasi belajar maupun lingkungan sekolah secara parsial dan simultan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar PAI. Simpulan dari penelitian ini adalah peningkatan motivasi belajar dan perbaikan lingkungan sekolah dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan capaian akademik siswa, khususnya dalam mata pelajaran PAI.</p>2025-12-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 https://jurnaldhabit.web.id/index.php/dhabit/article/view/139SINTETIS INTERDISIPLINER DALAM STUDI ISLAM: PENDEKATAN HOLISTIK UNTUK MEMAHAMI KOMPLEKSITAS TRADISI DAN KONTEKS KONTEMPORER2025-12-21T04:12:42+00:00Ratna Sundari Puspitosariputricrystaline@gmail.com<p>Penelitian ini membahas urgensi sintesis interdisipliner dalam Studi Islam sebagai pendekatan holistik untuk memahami kompleksitas tradisi Islam dan konteks kontemporer. Pendekatan monodisipliner tradisional yang kaku dan normatif tekstual berisiko menghasilkan pemahaman yang parsial, mengabaikan dimensi sosiologis dan antropologis, dan berpotensi memposisikan Islam sebagai agama yang anti-kemajuan. Kemunduran intelektual Islam pasca <em>Golden Age</em> (650-1250 M) sebagian disebabkan oleh sikap eksklusif dan dogmatis yang menghambat adaptasi terhadap modernitas. Oleh karena itu, diperlukan transformasi studi Islam menuju kerangka pemahaman yang komprehensif, relevan, dan adaptif terhadap permasalahan masyarakat Muslim kontemporer yang kompleks. Pendekatan interdisipliner yang berada di antara multidisipliner dan transdisipliner, menjadi esensial karena mampu mengintegrasikan keilmuan Islam dengan ilmu modern, menghasilkan pengetahuan baru, dan mempromosikan moderasi beragama yang menekankan keseimbangan antara prinsip agama yang kuat dan fleksibilitas kontekstual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis dengan kerangka kerja sintetis interdisipliner yang terdiri dari Tahap Dekonstruksi, Analisis Multi-perspektif, dan Rekonstruksi Holistik. Metodologi sintesis interdisipliner ini mencakup dua pendekatan utama: Hermeneutika Kontekstual yang menganalisis teks dengan mempertimbangkan konteks historis, sosiologis, dan budaya untuk makna yang relevan dengan kehidupan modern; dan Metode Komparatif yang mengidentifikasi pola umum dan perbedaan dalam praktik keagamaan dan adaptasi hukum Islam di berbagai wilayah untuk mendukung koeksistensi harmonis. Integrasi perspektif ini bertujuan untuk mengatasi tantangan dan mendorong interpretasi keagamaan yang lebih dinamis, inklusif, dan moderat.</p>2025-12-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 https://jurnaldhabit.web.id/index.php/dhabit/article/view/140POLA ASUH ORANG TUA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS SISWA DI MTs HASAN MUNADI BEJI2025-12-21T04:16:05+00:00Arofaharofahzayn162@gmail.comMuhammad Anas Ma’arif anasmaarif@uac.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola asuh orang tua dalam membentuk karakter religius siswa di MTs Hasan Munadi Beji, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta solusi yang diterapkan dalam proses pembentukan karakter tersebut. Nilai-nilai karakter yang menjadi fokus meliputi keberanian, kejujuran, tanggung jawab, kesetiaan, rasa aman, kesopanan, kepedulian sosial dan lingkungan, serta sikap saling menghormati. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen, dengan narasumber orang tua dan siswa kelas VIII MTs Hasan Munadi Beji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh orang tua beragam, meliputi pola demokratis, konservatif, serta kombinasi antara otoriter dan demokratis. Tidak ditemukan pola asuh yang sepenuhnya permisif maupun acuh tak acuh. Faktor-faktor yang memengaruhi pola asuh antara lain latar belakang pengasuhan orang tua, tingkat pendidikan, kondisi ekonomi, jenis pekerjaan dan tingkat kesibukan orang tua, serta keyakinan agama. Mayoritas orang tua beragama Islam dan memilih sekolah berbasis keagamaan sebagai upaya memperkuat karakter religius anak. Solusi yang efektif dalam pembentukan karakter religius meliputi keteladanan orang tua, pembiasaan nilai-nilai keagamaan, dialog dua arah antara orang tua dan anak, serta penciptaan lingkungan keluarga yang kondusif.</p>2025-12-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 https://jurnaldhabit.web.id/index.php/dhabit/article/view/141STRATEGI PEMBELAJARAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA RELIGIUS DI SMP ISLAM NURUL FALAH MAJALAYA KABUPATEN KARAWANG2025-12-21T04:20:36+00:00Taufik Rahman Syamtaufiksyam26@gmail.comZakariyahzakariyah6811@gmail.com<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh materi pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang masih dianggap minim dan kurang memadai, sehingga guru sering mengalami keraguan dalam menentukan konten, teknik, serta praktik keagamaan yang tepat. Kondisi tersebut menuntut guru Pendidikan Agama Islam untuk menerapkan strategi pembelajaran yang efektif dalam membentuk karakter religius peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis strategi pembelajaran guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter religius siswa di SMP Islam Nurul Falah Majalaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, dan siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dilakukan melalui penerapan strategi Problem <em>Based learning</em>, yang menekankan keterlibatan aktif siswa dalam bekerja sama menyelesaikan permasalahan. Selain itu, pembentukan karakter religius siswa dilakukan melalui keteladanan guru, kedisiplinan, serta pembiasaan keagamaan, seperti menanamkan rasa takut kepada Allah SWT, melaksanakan shalat duha, shalat berjamaah, berdoa, dan menerapkan metode pembelajaran yang efektif serta disiplin dalam kegiatan keagamaan di sekolah.</p>2025-12-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 https://jurnaldhabit.web.id/index.php/dhabit/article/view/142KORELASI ANTARA KECERDASAN SPIRITUAL DENGAN MOTIVASI MENGHAFAL SANTRI TAHFIDZUL QUR’AN PONDOK PESANTREN DARUL ISHLAH2025-12-21T04:24:27+00:00Zulfa El-Khusnakhusnahkhusnah08@gmail.comGiman Bagus Pangerangimanbaguspangeran@gmail.comNur Azizehazmaazizah050@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan spiritual dan motivasi menghafal Al-Qur’an pada santri tahfidz di Pondok Pesantren Darul Ishlah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 56 santri yang seluruhnya dijadikan sampel penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket skala Likert yang mengukur kecerdasan spiritual dan motivasi menghafal Al-Qur’an. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Product Moment dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kecerdasan spiritual dan motivasi menghafal Al-Qur’an. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat kecerdasan spiritual santri, semakin kuat motivasi mereka dalam menghafal Al-Qur’an. Kecerdasan spiritual berperan penting dalam membentuk kesadaran religius, keikhlasan, dan ketekunan santri dalam proses tahfidz. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa penguatan aspek spiritual perlu diintegrasikan secara sistematis dalam program pembelajaran tahfidz guna meningkatkan motivasi dan keberhasilan hafalan santri.</p>2025-12-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 https://jurnaldhabit.web.id/index.php/dhabit/article/view/143PENERAPAN METODE UMMI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN SISWA MA SABILUL MUTTAQIN KALIPURO PUNGGING MOJOKERTO2025-12-21T04:28:13+00:00Siti Ajizahazizahhareem27@gmail.comJuli Amaliyah Nasuchajuliamaliyahnasucha@uac.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran Al-Qur’an dengan Metode Ummi serta menganalisis hasil penerapannya dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik di MA Sabilul Muttaqin Kalipuro Pungging Mojokerto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala madrasah, koordinator guru Al-Qur’an Metode Ummi, serta peserta didik kelas X IPS yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran Al-Qur’an dengan Metode Ummi di MA Sabilul Muttaqin telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan standar sistem pembelajaran yang ditetapkan oleh Ummi Foundation. Proses pembelajaran dilaksanakan secara terstruktur melalui tahapan pembelajaran yang sistematis, didukung oleh penggunaan media pembelajaran yang memadai serta tenaga pendidik yang sebagian besar telah tersertifikasi. Hasil penerapan metode ini menunjukkan adanya peningkatan kualitas kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik, khususnya dalam aspek ketepatan makhraj, kelancaran bacaan, dan penerapan kaidah tajwid. Faktor pendukung keberhasilan pembelajaran meliputi dukungan lembaga, ketersediaan sarana prasarana, kompetensi guru, serta keterlibatan orang tua, sedangkan faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan awal peserta didik dan keterbatasan jumlah guru bersertifikasi.</p>2025-12-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 https://jurnaldhabit.web.id/index.php/dhabit/article/view/144IMPLEMENTASI VIDEO PEMBELAJARAN MELALUI MEDIA DIGITAL DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGENAL HURUF HIJAIYAH DI TK MA’ARIF VI PAJARAN GUNTING2025-12-21T04:31:03+00:00 Fitri Hanikfitriahany23@gmail.comDwi Bhakti Indri Mindrifaith@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi video pembelajaran melalui media digital dalam meningkatkan motivasi belajar mengenal huruf hijaiyah pada anak usia dini di TK Ma’arif VI Pajaran Gunting. Motivasi belajar merupakan faktor penting dalam keberhasilan pembelajaran anak usia dini, khususnya dalam pengenalan dasar-dasar keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan video pembelajaran digital yang dirancang secara menarik dan interaktif mampu meningkatkan perhatian, minat, dan keterlibatan anak dalam pembelajaran huruf hijaiyah. Anak terlihat lebih antusias, fokus, dan aktif dalam mengikuti kegiatan belajar. Dengan demikian, media video pembelajaran berbasis digital terbukti efektif sebagai alternatif media pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar anak usia dini.</p>2025-12-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025